Friday, 15 January 2021

DICARI RESELLER EVERMOS

 MAU TAU Tentang EVERMOS ITU APA ???!

Liat di toko online ku ada berbagaimacam produk

https://berikhtiar.com/aisyah.col.bb4


LIHAT VIDEO NYA YUUUUH.....klik aja video nya yach

bagaimana ??? sudah TAU belum.....

Yuk gabung jadi reseller Evermos,

PENGIN TAU., RESELLER EVERMOS ITU APA.... yuuuuk liat VIDEO nya yang satu INI...

liat dan tonton video di bawah ini....


bagaimana ??? sudah TAU belum.....

πŸ‘‰Ga perlu Bingung, Ga perlu Ribet lagi buat mulai Bisnis Online!! 


Sekarang sudah waktunya untuk kalian bisa memiliki penghasilan tambahan sendiri tanpa perlu pergi 

kemana-mana dengan menjadi 

reseller berbagai macam produk! selain itu, 

Kamu Bisa Bertukar Pikiran dengan Reseller Lainnya Dalam 1 Komunitas! 🀩🀝 


πŸ‘‰caranya gimana? Yuk bergabung bersama EVERMOS sekarang juga! 


Klik Link Dibawah ini untuk info lebih b tentang EVERMOS!πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡


Liat di toko online ku ada berbagaimacam produk

https://berikhtiar.com/aisyah.col.bb4


Atau yang mau bergabung di bisnis online.ku langsung aja klik aja 

https://evms.in?linkType=referral&timeout=5000&referralId=aisyah.col.bb4

ATAU.....

Ayo bergabung dengan Reseller Evermos lewat link ini dan memulai bisnis anda sendiri seperti farij maftukhin. Dapatkan sd 30% komisi di setiap penjualan dan reward langsung seperti Umroh!

Klik untuk join yaa:

https://evms.in?linkType=referral&timeout=5000&referralId=aisyah.col.bb4

Thursday, 30 November 2017

PEMBERDAYAAN KOMUNITAS DAN KEARIFAN LOKAL


A. PEMBERDAYAAN KOMUNITAS

Robinson (1994) menjelaskan bahwa pemberdayaan adalah suatu proses pribadi dan sosial; suatu pembebasan kemampuan pribadi, kompetensi, kreatifitas dan kebebasan bertindak.
Ife (1995) mengemukakan bahwa pemberdayaan mengacu pada kata “empowerment,” yang berarti memberi daya, memberi ”power” (kuasa), kekuatan, kepada pihak yang kurang berdaya.

1. Pengertian Pemberdayaan Komunitas
Pemberdayaan Komunitas: suatu proses pembangunan di mana masyarakat berinisiatif untuk memulai proses kegiatan sosial guna memperbaiki situasi dan kondisi diri sendiri. (Hatu, 2010)
Contoh program pemberdayaan komunitas yang ada di masyarakat adalah : PNPM Mandiri, LSM, PLP-BK
Pemberdayaan komunitas sejalan dengan konsep Community Development, yaitu: proses pembangunan jejaring interaksi dalam rangka meningkatkan kapasitas dari semua komunitas, mendukung pembangunan berkelanjutan, dan pengembangan kualitas hidup masyarakat.
Proses pemberdayaan mengandung dua kecenderungan:
Pertama, proses pemberdayaan yang menekankan pada proses memberikan atau mengalihkan sebagian kekuatan, kekuasaan atau kemampuan kepada masyarakat agar individu lebih berdaya.
Kecenderungan pertama tersebut dapat disebut sebagai kecenderungan primer dari makna pemberdayaan. Kecenderungan kedua (kecenderungan sekunder) menekankan pada proses menstimulasi, mendorong atau memotivasi individu agar mempunyai kemampuan atau keberdayaan untuk menentukan apa yang menjadi pilihan hidupnya melalui proses dialog.

Arah Pemberdayaan Komunitas
Pemberdayaan komunitas diarahkan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia, misalnya dengan peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, pembukaan lapangan pekerjaan, pengentasan kemiskinan, sehingga kesenjangan sosial dapat diminimalkan.
Pemberdayaan masyarakat hanya bisa terjadi apabila warganya ikut berpartisipasi.

Ciri-ciri warga masyarakat berdaya: 
Mampu memahami diri dan potensinya, mampu merencanakan (mengantisipasi kondisi perubahan ke depan) Mampu mengarahkan dirinya sendiri Memiliki kekuatan untuk berunding
Memiliki bargaining power yang memadai dalam melakukan kerjasama yang saling menguntungkan
Bertanggungjawab atas tindakannya. Masyarakat berdaya adalah masyarakat yang tahu, mengerti, faham, termotivasi, berkesempatan, memanfaatkan peluang, berenergi, mampu bekerjasama, tahu berbagai alternatif, mampu mengambil keputusan, berani mengambil resiko, mampu mencari dan menangkap informasi dan mampu bertindak sesuai dengan situasi. Proses pemberdayaan yang melahirkan masyarakat yang memiliki sifat seperti yang diharapkan harus dilakukan secara berkesinambungan dengan mengoptimalkan partisipasi masyarakat secara bertanggung jawab. 

2. Tujuan dan Pendekatan dalam Pemberdayaan Komunitas
Tujuan yang ingin dicapai dari pemberdayaan masyarakat adalah: untuk membentuk individu dan masyarakat menjadi mandiri. Kemandirian tersebut meliputi kemandirian berpikir, bertindak, dan mengendalikan apa yang mereka lakukan.
Kemandirian masyarakat merupakan suatu kondisi yang dialami oleh masyarakat yang ditandai dengan kemampuan memikirkan, memutuskan serta melakukan sesuatu yang dipandang tepat demi mencapai pemecahan masalah yang dihadapi dengan menggunakan daya/kemampuan yang dimiliki.
Tujuan pemberdayaan komunitas (Emmy):
  1. Peningkatan standar hidup
  2. Meningkatkan percaya diri
  3. Peningkatan kebebasan setiap orang
Untuk melaksanakan pemberdayaan komunitas dilakukan dengan konsep Community Based Development (CBD). Ada beberapa karakter utama CBD, yaitu:

  1. CBD berbasis sumber daya masyarakat
  2. CBD berbasis partisipasi masyarakat
  3. CBD berkelanjutan

Pemberdayaan komunitas dapat dilihat dari 2 sudut pandang:
1. Pendekatan Deficit Based
     Pendekatan ini terpusat pada berbagai permasalahan yang ada dan upaya-upaya pemecahan     
      masalah tersebut
2. Pendekatan Strength Based
     Merupakan pendekatan yang terpusat pada potensi dan kemampuan yang dimiliki oleh       
     komunitas, individu, atau masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik.

Kelebihan Pemberdayaan Komunitas
  1. Memudahkan dalam koordinasi antarindividu
  2. Antarindividu dapat saling memberi semangat dan motivasi.
  3. Mampu meningkatkan kesejahteraan dalam jangka waktu yang panjang dan berkelanjutan.
  4. Mampu meningkatkan dan memperbaiki kehidupan masyarakat dan kelompok baik di bidang ekonomi maupun sosial.
  5. Penggunaan sumber daya alam dan potensi yang ada lebih efektif dan efisien.
  6. Proses pembangunan lebih demokratis dan aspiratif karena melibatkan banyak orang.
Kekurangan Pemberdayaan Komunitas
  1. Sering terjadi perbedaan pendapat antara satu orang dengan orang yang lain, sehingga muncul konflik baru.
  2. Tingkat partisipasi setiap individu berbeda-beda, sehingga menghambat pembangunan.
  3. Tingkat sumber daya manusia berbeda-beda
  4. Keberhasilan pemberdayaan komunitas bergantung individu yang bergabung di dalamnya.
  5. Kurangnya kemampuan masyarakat dalam berkreasi dan kurangnya kapasitas secara kritis dan logis.
  6. Kegiatan pemberdayaan selama ini ditujukan pada masyarakat lokal dan permasalahan sosial saja.
  7. Ketergantungan sumber dana dari luar.
Kendala dalam Pemberdayaan Komunitas
  1. Kurangnya komitmen dari masyarakat, karena kurangnya pemahaman
  2. Kendala perilaku masyarakat, contohnya etos masyarakat
  3. Diversifikasi pola kehidupan masyarakat, meliputi kebudayaan, sosial, ekonomi, kondisi geografis.
  4. Kurangnya monitoring dan data yang berkualitas
  5. Indikator yang tidak tepat.
  6. Kurangnya koordinasi
  7. Sistem administrasi yang terlalu birokratis: terlalu banyak pengaturan
B. KONSEP KEARIFAN LOKAL
Kearifan lokal dapat didefinisikan sebagai: suatu kekayaan budaya lokal yang mengandung kebijakan hidup; pandangan hidup (way of life) yang mengakomodasi kebijakan (wisdom) dan kearifan hidup.
Kearifan lokal itu tidak hanya berlaku secara lokal pada budaya atau etnik tertentu, tetapi dapat dikatakan bersifat lintas budaya atau lintas etnik sehingga membentuk nilai budaya yang bersifat nasional. Contoh: hampir di setiap budaya lokal di Nusantara dikenal kearifan lokal yang mengajarkan gotong royong, toleransi, etos kerja, dan seterusnya.
Pada umumnya etika dan nilai moral yang terkandung dalam kearifan lokal diajarkan turun-temurun, diwariskan dari generasi ke generasi melalui sastra lisan (antara lain dalam bentuk pepatah, semboyan, dan peribahasa, folklore), dan manuskrip.
Kelangsungan kearifan lokal tercermin pada nilai-nilai yang berlaku pada sekelompok masyarakat tertentu. Nilai-nilai tersebut akan menyatu dengan kelompok masyarakat dan dapat diamati melalui sikap dan tingkah laku mereka dalam kehidupan sehari-hari.
Kearifan lokal dapat dipandang sebagai identitas bangsa, terlebih dalam konteks Indonesia yang memungkinkan kearifan lokal bertransformasi secara lintas budaya yang pada akhirnya melahirkan nilai budaya nasional. Di Indonesia,  kearifan lokal adalah filosofi dan pandangan hidup yang mewujud dalam berbagai bidang kehidupan (tata nilai sosial dan ekonomi, arsitektur, kesehatan, tata lingkungan, dan sebagainya). Contoh: kearifan lokal yang bertumpu pada keselarasan alam telah menghasilkan pendopo dalam arsitektur Jawa. Pendopo dengan konsep ruang terbuka menjamin ventilasi dan sirkulasi udara yang lancar tanpa perlu penyejuk udara.

Pemberdayaan Komunitas dalam Masalah Sosial berdasarkan Kearifan Lokal
Walaupun ada upaya pewarisan kearifan lokal dari generasi ke generasi, tidak ada jaminan bahwa kearifan lokal akan tetap kukuh menghadapi globalisasi yang menawarkan gaya hidup yang makin pragmatis dan konsumtif. Kearifan lokal yang sarat kebijakan dan filosofi hidup nyaris tidak terimplementasikan dalam kehidupan masyarakat.
Kearifan lokal dari masing-masing daerah memiliki sifat kedinamisan yang berbeda dalam menghadapi pengaruh dari luar. Banyak manfaat yang diperoleh dari luar, namun dampak buruk yang ditimbulkan juga besar. Contoh: munculnya masalah sosial seperti kenakalan remaja, perubahan kehidupan sosial, perubahan kondisi lingkungan, dan ketimpangan sosial.
Masalah sosial yang ada di masyarakat dapat menimbulkan ketimpangan sosial, sehingga diperlukan upaya untuk mengatasinya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan memberdayakan komunitas berbasis kearifan lokal.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemberdayaan komunitas asli:
Menghormati dan menjunjung tinggi hak asasi manusia.
Komitmen global terhadap pembangunan sosial masyarakat adat sesuai dengan konversi yang diselenggarakan oleh ILO
Isu pelestarian lingkungan dan menghindari keterdesakan komunitas asli dari eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan.
Meniadakan marginalisasi masyarakat asli dalam pembangunan nasional.
Memperkuat nilai-nilai kearifan masyarakat setempat dengan cara mengintegrasikannya dalam desain kebijakan dan program penanggulangan permasalahan sosial.

Rumah panggung Suku Bajo, yang terpisah dari daratan. Mereka tak ingin ada jembatan yang menghubungkan antara daratan dan laut, antara lain khawatir bedampak buruk bagi lingkungan sekitar.
sumber:
Sosiologi untuk SMA XII, Lia Candra Rufikasari, Mediatama

Sunday, 26 November 2017

16 FAKTOR PENYEBAB PENYIMPANGAN SOSIAL

16 FAKTOR PENYEBAB PENYIMPANGAN SOSIAL
 
Penyimpangan sosial adalah perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan atau kepatutan yang ada di dalam masyarakat. Setiap individu memiliki latar belakang yang berbeda-beda sehingga menghasilkan perilaku yang berbeda pula. Penyimpangan sosial menunjukkan bahwa proses sosialisasi telah gagal dilakukan. Ada beberapa faktor penyebab perilaku menyimpang. Berikut adalah faktor-faktor penyebab penyimpangan sosial. Langsung saja kita simak yang pertama:
Baca juga: 15 Sebab Terjadinya Perilaku Menyimpang
16 Faktor Penyebab Penyimpangan Sosial
Siswa tawuran juga termasuk penyimpangan sosial

1. Kesenjangan Sosial

Perbedaan status yang mengarah pada kesenjangan sosial, terutama antara orang kaya dengan orang miskin yang sangat mencolok, dapat menimbulkan rasa iri dan dengki sehingga terjadi tindak pencurian, pembunuhan, dan saling ejek.

2. Nilai dan Norma yang Terlalu Longgar

Seharusnya para perilaku menyimpang haruslah dibina. Namun ada beberapa masyarakat yang membiarkan begitu saja perilaku menyimpang itu terjadi. Mungkin karena masyarakat terlalu sibuk dengan rutinitas atau sudah lelah membina pelaku perilaku menyimpang tersebut. Sehingga dia semakin menyimpang dari masyarakat.

3. Lingkungan Pergaulan

Pergaulan secara tidak langsung sangat mempengaruhi perilaku seseorang. Jika tanpa pengetahuan dan kesadaran yang cukup, seseorang mudah terpengaruh oleh kelompok pergaulannya yang kerap kali menyimpang. Akibatnya ia juga ikut berbuat perilaku yang menyimpang.

4. Ketidakpuasan

Ada beberapa individu atau kelompok yang merasa tidak puas dengan kondisi masyarakat saat ini. Sehingga mereka perlu melakukan perubahan walaupun yang mereka lakukan itu menyimpang dari norma masyarakat tersebut. Misalnya ada satu kelompok masyarakat ya ng anti terhadap pendidikan dan menganggap semua orang yang mengikuti pendidikan adalah orang yang menyimpang.

5. Ketidaksanggupan Menyerap Norma-Norma

Baca juga: Ilmu yang Mempelajari Perilaku Menyimpang
Orang yang tidak sanggup menyerap norma-norma yang ada di dalam masyarakat akan tidak mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk menurut masyarakat. Hal tersebut terjadi akibat proses sosialisasi yang tidak sempurna atau terjadi keretakan dalam keluarga.

6. Penyalahgunaan Narkotika

Orang yang tidak pernah melakukan penyimpangan sosial, jika diberi narkotika (narkoba dan obat-obat terlarang), maka ia akan mengalami penyimpangan sosial. Itu dikarenakan sifat aditif narkotika yang membuat para pecandunya rela melakukan apa saja untuk mendapatkan narkotika.

7. Sikap Mental

Sikap mental yang tidak pernah malu membuat kesalahan juga menjadi pemicu seseorang berbuat hal yang menyimpang. Jika sikap mental ini diarahkan ke hal yang positif, maka dia bisa saja menjadi pemimpin yang hebat.

8. Keluarga

Keluarga yang tidak mampu membahagiakan anaknya juga dapat membuat anak tersebut mengalami penyimpangan sosial. Itu dikarenakan ia berusaha mencari sumber kebahagiaan dan kasih sayang yang lain. Anak juga akan mencari perhatian dengan cara berbuat hal yang tidak baik.

9. Intelegensi

Intelegensi atau tingkat kecerdasan juga mempengaruhi perilaku seseorang. Biasanya orang yang memiliki keterbelakangan mental cenderung berbuat hal-hal yang menyimpang. Sebaiknya jika orang tersebut cerdas, maka ia akan lebih mudah memahami norma-norma yang berlaku di masyarakat.

10. Media Massa

Media massa juga dapat mempengaruhi perilaku seseorang. Ada beberapa media massa yang cenderung provokatif dan menebar kebencian. Akibatnya dia terjerumus dan berusaha untuk membasmi orang/kaum yang ia benci. Perbuatan tersebut seringkali menyimpang dari norma.

11. Proses Belajar yang Menyimpang

Baca juga: Penyimpangan Sosial dan Pengendalian Sosial (Materi Ringkasan Sosiologi)
Seseorang yang terlalu sering belajar dengan tokoh idolanya yang kerap melakukan hal yang menyimpang, maka ia akan terjerumus dan terinspirasi untuk melakukan hal yang sama. Buku yang isinya menyimpang juga dapat menjerumus seseorang.

12. Sosialisasi Subkebudayaan yang Menyimpang

Baca juga: 6 Macam Media Sosialisasi
Hal ini terjadi ketika budaya luar masuk ke dalam masyarakat lokal dan beberapa kebudayaan luar tersebut menyimpang dengan norma yang ada pada masyarakat lokal. Salah satu contohnya adalah budaya secks bebas dan kata-kata kasar.

13. Keinginan Untuk Dipuji

Banyak sekali orang yang memiliki sikap gila pujian. Terutama mereka yang kurang mendapat perhatian dan pujian dari keluarga. Dia rela berbuat apa saja supaya dipuji oleh kelompoknya meskipun menyimpang. Misalnya, ada sebuah kelompok yang suka merokok dan satu orang yang tidak merokok, orang tersebut kurang mendapat perhatian dari keluarganya, sehingga ia merokok untuk mendapatkan pujian dari kelompoknya tersebut.

14. Ketegangan Antara Kebudayaan dan Struktur Sosial

Terjadinya ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial dapat meyebabkan terjadinya perilaku menyimpang. Ketegangan terjadi jika seseorang berupaya mencapai suatu tujuan namun tidak memperoleh peluang sehingga ia akan mengupayakan peluang itu sendiri dengan cara yang menyimpang. Contohnya adalah jika setiap penguasa sama saja menindas rakyat maka rakyat akan berani memberontak terhadap penguasa. Ada yang memberontak dengan cara perlawanan dan ada pula yang terselubung seperti menunggak atau mempermainkan pajak.

15. Ikatan Sosial yang Berlainan

Setiap orang biasanya berhubungan dengan beberapa kelompok yang berbeda. Hubungan tersebut akan membuat seseorang lama-kelamaan akan mengidentifikasikan diri dengan kelompok yang paling dihargainya. Jika perilaku kelompok tersebut menyimpang, maka kemungkinan besar ia juga terjerumus ke dalam penyimpangan sosial tersebut.

16. Labelling


Pemberian labelling atau julukan negatif pada seseorang yang walaupun hanya sekali melakukan tindakan menyimpang juga dapat memberikan dampak buruk. Ia merasa terganggu dengan label barunya tersebut dan cenderung akan mengulanginya lagi karena sudah terlanjur. Misalnya jika seseorang ketahuan mencuri, maka dia akan dicap pencuri oleh masyarakat, padahal ia hanya sekali melakukan pencurian.
 
Diambil from : https://hedisasrawan.blogspot.co.id/2015/05/16-faktor-penyebab-penyimpangan-sosial.html 


Sumber:
  1. Perilaku menyimpang (http://id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_menyimpang)
  2. FAKTOR – FAKTOR PENYEBAB PENYIMPANGAN SOSIAL (http://diasdiari.blogspot.com/2014/02/faktor-faktor-penyebab-penyimpangan.html)
  3. 15 Sebab Terjadinya Perilaku Menyimpang (http://hedisasrawan.blogspot.com/2013/09/15-sebab-terjadinya-perilaku-menyimpang.html)
  4. Faktor-Faktor Penyimpangan Sosial (https://missevi.wordpress.com/2009/03/19/faktor-faktor-penyimpangan-sosial/)
  5. Faktor Penyebab dan Dampak Penyimpangan Sosial (http://izzah-ruhama.blogspot.com/2012/11/faktor-penyebab-dan-dampak-penyimpangan.html)
  6. Faktor yang Menyebabkan terjadinya penyimpangan sosial (http://www.febrian.web.id/2014/02/faktor-yang-menyebabkan-terjadinya.html)
  7. Faktor Penyebab Terjadinya Penyimpangan Sosial (http://www.pojokpedia.com/faktor-penyebab-terjadinya-penyimpangan-sosial.html)
  8. Perilaku menyimpang (http://layanabk.weebly.com/prilaku-menyimpang-penyebab-dan-dampaknya.html)
  9. Sebutkan 3 faktor yang menyebabkan perilaku penyimpangan sosial dalam masyarakat! (http://brainly.co.id/tugas/100314)
     

Friday, 24 November 2017

HARI GURU DI KELAS XI IPS SMA NU KOTA TEGAL

Haiii........Para GURU INDONESIA.........
Hari guru merupakan hari jadi, dimana kita memperingati jasa-jasa para guru yang telah mengajarkan kepada kita tentang budi pengerti.
PGRI yang merupakan kepanjangan dari Persatuan Guru Republik Indonesia adalah organisasi yang mempersatukan semua guru di seluruh Indonesia. Dan tepat tanggal 25 November setiap tahunnya, Indonesia memperingati tanggal 25 November tersebut dengan Hari Guru. Untuk memberikan jasa pahlawan tanpa tanda jasa tersebut, kita di Indonesia harus memperingatinya. Mengajar tahap demi tahap yang baik dan benar, mengajarkan ke kita dengan keikhlasannya. Sampai-sampai cita-cita Kita sudah “setinggi lagi” itu dikarenakan oleh Guru. Guru memang dapat dijadikan pondasi awal dalam berpikir yang baik.
GURU itu Merupakan Profesi yang SANGAT MENYENANGKAN Loh.....Pengin TAU BUKTINYA >>>LIHAT NIH GAMBAR
SISWA KELAS XI IPS DI SMA NU KOTA TEGAL...ASYIIIIKKK LOH.....Yuh KITA INTIP>>>>......






























HARI GURU DI SMA NU KOTA TEGAL



Haiii........Para GURU INDONESIA.........
Hari guru merupakan hari jadi, dimana kita memperingati jasa-jasa para guru yang telah mengajarkan kepada kita tentang budi pengerti.
PGRI yang merupakan kepanjangan dari Persatuan Guru Republik Indonesia adalah organisasi yang mempersatukan semua guru di seluruh Indonesia. Dan tepat tanggal 25 November setiap tahunnya, Indonesia memperingati tanggal 25 November tersebut dengan Hari Guru. Untuk memberikan jasa pahlawan tanpa tanda jasa tersebut, kita di Indonesia harus memperingatinya. Mengajar tahap demi tahap yang baik dan benar, mengajarkan ke kita dengan keikhlasannya. Sampai-sampai cita-cita Kita sudah “setinggi lagi” itu dikarenakan oleh Guru. Guru memang dapat dijadikan pondasi awal dalam berpikir yang baik.
GURU itu Merupakan Profesi yang SANGAT MENYENANGKAN Loh.....Pengin TAU BUKTINYA >>>LIHAT NIH GAMBAR
SISWA KELAS XI IPS DI SMA NU KOTA TEGAL...ASYIIIIKKK LOH.....Yuh KITA INTIP>>>>......


































Info Terkini

Kaos Kaki Soka dan Lainnya

Gambar-gambar kaos kaki soka.... Pemesanan : Farij Maftukhin Hp. 0857 8606 6517 (M3) / 0823 2724 1566 ...