Lelaki mana yang tak sakit ditolak cintanya dengan alasan penghasilan?
Setiap orang tentu memiliki kisah asmaranya masing-masing, entah kisah manis atau yang pahit. Seiring berjalannya waktu, kedewasaan mendukung pemahaman atas cinta tersebut. Jikapun punya kisah yang kelam, tidak satu-dua orang yang mengalami, ribuan bahkan jutaan orang pun pernah mengalami hal serupa. Dua orang yang saling cinta tak dengan otomatis dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih matang. Banyak faktor lain yang masuk pertimbangan selain
perasaan cinta. Hal ini dialami pula oleh seorang pria,,......
perasaan cinta. Hal ini dialami pula oleh seorang pria,,......
Seorag gadis dari orangtua yang kaya raya memiliki kriteria lelaki yang pintar, pengertian, bertanggung jawab untuk menjadi suami. Hal ini tentu saja
beralasan. Sang gadis menginginkan seorang suami penyayang yang bisa menjadi tempat bergantung sekaligus teladan bagi anak-anaknya kelak.
Namun, tak bisa dibantah pula, laki-laki yang bisa memberi wanitanya apapun mereka butuhkan juga menjadi pertimbangan besar dan bahkan lebih
diutamakan. Maka, kemapanan seorang lelaki adalah hal penting baginya ketika ada yang melamarnya. Sepuluh tahun lalu, seorang pria mencintai gadis anak orang berada tersebut. Meskipun bukan seorang
pria mapan, dia mencoba melamar sang gadis. "Gaji bulananmu saja setara dengan kebutuhan harianku. Silakan cari dan nikahi seseorang yang selevel
denganmu," demikian jawab sang gadis.
Lelaki mana yang tak sakit ditolak cintanya dengan alasan penghasilan? Sepuluh tahun berlalu gadis itu belum sepenuhnya terhapus di memori lelaki itu.
Takdir lantas mempertemukan mereka pada suatu siang di sebuah pusat perbelanjaan. Perempuan tersebut yang telah menikah dengan lelaki kaya
pilihannya segera mengenali sang pria.
"Hai, apa kabar?" sapa si perempuan. Ia
melanjutkan, "Sekarang aku telah menikah dengan seorang lelaki pintar dan kaya, gajinya mencapai 15.700 dolar per bulan! Bisakah kau menandinginya?"
Si pria yang mendengar kata-kata menyakitkan dari perempuan yang masih belum dilupakannya itu memilih diam, sembari menahan air matanya agar tak
tumpah. Tak berapa lama, suami si perempuan mendatangi mereka dan mengambil posisi berdiri di sisi sang istri.
Belum sempat si perempuan berucap, sang suami segera mengenalkan sang pria pada istrinya. "Siang Pak, saya melihat barusan Anda berbincang dengan istri saya," tutur sang suami pada si pria. "Selamat siang Pak.... Maaf, saya lupa." Sang suami mengingatkan namanya pada pria
tersebut. Lantas, dia mengatakan pada istrinya, "Sayang, kau harus tau beliau ini adalah pimpinanku di kantor. Kau tahu, beliau mampu menghasilkan 100 juta dolar dari kantor tempat aku bekerja."
Si perempuan tak percaya, dia tak mampu
mengatakan apa-apa. Si pria hanya tersenyum, lantas berkata ia harus pergi sebab ada hal penting lain yang harus dia kerjakan. Tatapan yang seolah tak bisa lepas dari pasangan itu mengantarkan
kepergian si pria. Masih belum memercayai kenyataan tersebut, si perempuan bertanya pada suaminya, "Benarkah dia
bosmu?" "Ya sayang. Dia seorang yang rendah hati, namun dia menyimpan kisah pilu. Dia dulunya pernah mennyintai
seorang gadis namun ditolak sebab kala itu dia adalah seorang pria yang miskin. Semenjak kejadian itu, dia jadi seorang pekerja keras. Ditunjang kecerdasan, dia menjadi orang yang sukses. Kini, dia
adalah salah satu miliarder yang mampu menabung jutaan dolar dalam setiap bulan. Sayangnya, dia belum bisa melupakan perempuan yang telah
mematahkan hatinya dulu, ingatannya tentang kegagalan menikah masih ada," sang suami menimpali. "Betapa beruntung seandainya perempuan itu bersedia menikah dengannya!" Si perempuan benar-benar shock dan tak mampu
mengucapkan sepatah kata pun. Betapa roda kehidupan ini berputar sangat cepat.
Kehidupan bisa bagaikan cermin. Kamu bisa melihat balasan atas apa yang telah kamu perbuat. Maka jangan jadi orang yang arogan atau merendahkan orang lain karena keadaan saat itu saja. Sebab
semuanya bisa berubah dengan cepat.
beralasan. Sang gadis menginginkan seorang suami penyayang yang bisa menjadi tempat bergantung sekaligus teladan bagi anak-anaknya kelak.
Namun, tak bisa dibantah pula, laki-laki yang bisa memberi wanitanya apapun mereka butuhkan juga menjadi pertimbangan besar dan bahkan lebih
diutamakan. Maka, kemapanan seorang lelaki adalah hal penting baginya ketika ada yang melamarnya. Sepuluh tahun lalu, seorang pria mencintai gadis anak orang berada tersebut. Meskipun bukan seorang
pria mapan, dia mencoba melamar sang gadis. "Gaji bulananmu saja setara dengan kebutuhan harianku. Silakan cari dan nikahi seseorang yang selevel
denganmu," demikian jawab sang gadis.
Lelaki mana yang tak sakit ditolak cintanya dengan alasan penghasilan? Sepuluh tahun berlalu gadis itu belum sepenuhnya terhapus di memori lelaki itu.
Takdir lantas mempertemukan mereka pada suatu siang di sebuah pusat perbelanjaan. Perempuan tersebut yang telah menikah dengan lelaki kaya
pilihannya segera mengenali sang pria.
"Hai, apa kabar?" sapa si perempuan. Ia
melanjutkan, "Sekarang aku telah menikah dengan seorang lelaki pintar dan kaya, gajinya mencapai 15.700 dolar per bulan! Bisakah kau menandinginya?"
Si pria yang mendengar kata-kata menyakitkan dari perempuan yang masih belum dilupakannya itu memilih diam, sembari menahan air matanya agar tak
tumpah. Tak berapa lama, suami si perempuan mendatangi mereka dan mengambil posisi berdiri di sisi sang istri.
Belum sempat si perempuan berucap, sang suami segera mengenalkan sang pria pada istrinya. "Siang Pak, saya melihat barusan Anda berbincang dengan istri saya," tutur sang suami pada si pria. "Selamat siang Pak.... Maaf, saya lupa." Sang suami mengingatkan namanya pada pria
tersebut. Lantas, dia mengatakan pada istrinya, "Sayang, kau harus tau beliau ini adalah pimpinanku di kantor. Kau tahu, beliau mampu menghasilkan 100 juta dolar dari kantor tempat aku bekerja."
Si perempuan tak percaya, dia tak mampu
mengatakan apa-apa. Si pria hanya tersenyum, lantas berkata ia harus pergi sebab ada hal penting lain yang harus dia kerjakan. Tatapan yang seolah tak bisa lepas dari pasangan itu mengantarkan
kepergian si pria. Masih belum memercayai kenyataan tersebut, si perempuan bertanya pada suaminya, "Benarkah dia
bosmu?" "Ya sayang. Dia seorang yang rendah hati, namun dia menyimpan kisah pilu. Dia dulunya pernah mennyintai
seorang gadis namun ditolak sebab kala itu dia adalah seorang pria yang miskin. Semenjak kejadian itu, dia jadi seorang pekerja keras. Ditunjang kecerdasan, dia menjadi orang yang sukses. Kini, dia
adalah salah satu miliarder yang mampu menabung jutaan dolar dalam setiap bulan. Sayangnya, dia belum bisa melupakan perempuan yang telah
mematahkan hatinya dulu, ingatannya tentang kegagalan menikah masih ada," sang suami menimpali. "Betapa beruntung seandainya perempuan itu bersedia menikah dengannya!" Si perempuan benar-benar shock dan tak mampu
mengucapkan sepatah kata pun. Betapa roda kehidupan ini berputar sangat cepat.
Kehidupan bisa bagaikan cermin. Kamu bisa melihat balasan atas apa yang telah kamu perbuat. Maka jangan jadi orang yang arogan atau merendahkan orang lain karena keadaan saat itu saja. Sebab
semuanya bisa berubah dengan cepat.
No comments:
Post a Comment