Saturday, 21 October 2017

POTENSI BISNIS DI TEGAL

POTENSI INDUSTRI RUMAH TANGGA DI
KABUPATEN TEGAL

hebatnya tegal ternyata jepangnya indonesia

Istilah “Warteg” alias
warung Tegal pastinya
sudah tidak asing lagi
ditelinga masyarakat.
Namun, selain dikenal
karena warung makannya
yang menawarkan aneka menu rames dengan
harga yang sangat terjangkau, Kabupaten Tegal
ternyata juga memiliki banyak potensi industri
rumah tangga yang menopang perekonomian
daerah setempat.
Terletak di jalur utama pantura, Kabupaten Tegal
memiliki luas wilayah sekitar 901,52 km dan
dikenal sebagai salah satu daerah terpadat di
Provinsi Jawa Tengah. Berbatasan langsung
dengan Laut Jawa dan Kota Tegal di sebelah
utara, Bumiayu dan Banyumas di bagian selatan,
Kabupaten Brebes di sebelah barat, serta
Kabupaten Pemalang di bagian timur, secara
administratif Kabupaten Tegal terbagi menjadi 18
kecamatan yang membawahi 281 desa dan 6
daerah kelurahan.
Melihat kondisi geografis Tegal yang terbilang
unik, yakni terbagi menjadi daerah pegunungan
dan setengah lainnya adalah daerah pantai, Tegal
memiliki banyak potensi bisnis yang mulai
dikembangkan menjadi industri rumah tangga.
Beberapa potensi industri rumah tangga yang
mulai dijalankan masyarakat Tegal antara lain
industri pengecoran dan pengerjaan logam,
industri tekstil (tenun dan bordir), industri
shuttlecock, serta industri pengolahan hasil ikan
yang dikembangkan di kawasan Tegal Barat.
Industri Logam di Kabupaten Tegal
Sempat dijuluki sebagai Jepangnya negara
Indonesia, Tegal mempunyai beberapa industri
pengecoran dan pengerjaan logam yang sengaja
dibangun pada tahun 1940 untuk mencukupi
kebutuhan peralatan perang bagi tentara Jepang.
Dari situ, masyarakat mulai mendapatkan
keterampilan untuk mengerjakan logam sehingga
keahlian tersebut digunakan untuk membangun
bengkel-bengkel sederhana di sekitar Kabupaten
Tegal. Melihat peluang pasarnya semakin besar,
sekarang ini aktivitas industri logam dibagi
menjadi tiga golongan, yaitu industri pengerjaan
logam, industri pengecoran logam serta galangan
kapal dan dok. Industri tersebut kini telah
tersebar di berbagai penjuru Tegal, seperti
misalnya di desa Tembok Luwung, Lemah Duwur,
Talang, Kajen, Kebasen, serta Kecamatan
Adiwerna. Tidak hanya itu saja, pada tahun 1982
Desa Talang dan Cempaka telah ditetapkan
sebagai lingkungan industri kecil mengengah
perlogaman Takaru (Talang Cempaka Baru).
Industri Tekstil (Tenun dan Bordir)
Sejak puluhan tahun silam, Kabupaten Tegal
dikenal sebagai salah satu sentra penghasil
kerajinan tenun yang kualitas produknya mulai
menembus pasar ekspor. Kerajinan tenun ikat
ATBM yang banyak diproduksi masyarakat tegal
adalah sarung byur yang dikembangkan
masyarakat Kelurahan Kraton, Mintaragen,
Pekauman, serta Clan Kejambon, yang seluruhnya
bisa memproduksi kurang lebih 20.000 kodi kain
tenun per tahunnya. Selain tenun, Tegal juga
memiliki potensi kerajinan bordir yang bisa kita
temui di Kelurahan Randugunting dan Desa
Debong Tengah (Kabupaten Tegal bagian Selatan).
Sedikitnya ada sekitar 13 pelaku industri rumah
tangga yang berhasil memproduksi kerudung
bordir sekitar 1.500 kodi dan busana muslim
serta pakaian hingga 50.000 stel per tahunnya.
Industri Shuttlecock dari Tegal
Siapa sangka bila industri
shuttlecock yang kini telah
berhasil menembus pasar
mancanegara, awalnya
merupakan industri
rumahan yang
dikembangkan masyarakat Tegal. Bisnis yang
telah digeluti secara turun temurun oleh
masyarakat Tegal ini, kini jumlahnya mencapai
210 unit usaha kecil dan menengah, serta 10 unit
lainnya merupakan unit perusahaan besar atau
pabrikan. Beberapa perusahaan shuttlecock yang
cukup ternama di Kabupaten Tegal antara lain PT.
Gajahmada berlokasi di Jalan Gajahmada, PT.
Sinar Mutiara di Jalan Kapten Sudibyo, PT. Mido
di Jalan Udang, PT. Tora Sakti Indotama dan PT.
Garuda Budiono Putra.
Menjamurnya potensi industri rumah tangga di
Kabupaten Tegal, menjadi salah satu faktor
pendukung pertumbuhan ekonomi di daerah
tersebut. Tidaklah heran bila daerah ini
kemudian dijuluki sebagai Jepangnya Indonesia,
karena perkembangan industri di wilayah Tegal
berkembang cukup pesat setiap tahunnya. Semoga
informasi ini bisa memberikan tambahan bagi
para pembaca dan menginspirasi seluruh
masyarakat Indonesia untuk segera merintis
usaha dengan mengoptimalkan potensi daerah
yang ada di sekitarnya. Maju terus UKM Indonesia
dan salam sukses!

No comments:

Info Terkini

Kaos Kaki Soka dan Lainnya

Gambar-gambar kaos kaki soka.... Pemesanan : Farij Maftukhin Hp. 0857 8606 6517 (M3) / 0823 2724 1566 ...